10 Mei 2013

Tak ada Alasan Untuk Bersedih

kita adalah manusia yang memang punya plus minusnya sendiri sendiri, bayangin aja kalo seorang manusia punya plus semua tanpa minus, pasti ngeri lah, bayangin aja baterai yg g punya kutub minus, yg g bisa kepake, jadi plus minus adalah hal yg wajar dalam kehidupan.

kadang kita juga sering merasa dunia g adil, ya itu wajar juga, toh itu kan pemikiran satu individu, bisa aja di mata individu lainnya hal itu adil. sekali lagi karena kita manusia, kita kompleks dan unik, punya pemahaman sendiri dan beda-beda, dan itu yg bikin hidup berwarna, kebayang g sih kalo kita semua sama, hmmm pasti bakalan hambar. semisal disatu kelas aja kalo semua anak sifatnya pendiam, pasti kelas itu g akan asik.

pernah satu malam dalam keadaan suntuk dan penuh pikiran, sy berjalan disekitar stasiun buat membeli cemilan, kira-kira waktu itu pukul 2 malam, sy dan segala hal yg sy pikirkan telah mencapai kebuntuan, sy yg dalam hati hanya bisa mengeluh betapa tak beruntungnya sy saat itu, ditengah-tengah keluhan itu sy melihat kota tua ini seperti asing karena sepinya, dingin menusuk tulang, dan beberapa wanita kebal pada dingin karena kuat menggunakan pakain minim, oke, sy tidak tertarik pada hal2 itu, hal2 itu malah membuat sy semakin miris pada kehidupan fana ini, ya dipikir pikir lagi sy masih beruntung dibanding mereka, se g nya baju saya masih tebal dan tertutup dibanding mereka.
disudut lain tampak seorang bapak-bapak paruh baya terlelap di atas becak tuanya, mungkin ketiduran nungguin mbakwanita-wanita tadi pulang, oke terlepas dari itu sekali lagi sy berpikir betapa beruntungnya sy, sy masih bisa tidur ditempat yg empuk dan hangat, dan uang g pernah kurang, betapa beruntungnya sy karena orang tua sy masih mampu membiayai sy. 

jadi intinya kenapa kita harus bersedih? masih banyak orang-orang diluar sana yg bernasib lebih buruk dan mereka mungkin menjalani kehidupan tanpa kesedihan. sudahlah, manusia memang kompleks, kita hanya seorang yg kompleks yg ada di tengah-tengah lautan kompleks itu, kadang kamu merasa hidup g adil, ya udah, hidup memang g adil, jadi biasakan hal itu. mungkin aja ketidak adilan yg km rasain saat ini bakal jadi keadilan yg luar biasa di masa depan. mungkin aja keadilannya g bisa kita tangkap karena ilmu kita masih kurang sehingga kita menangkapnya sebagai ketidak adilan.

dan ada kata-kata klasik yg memang bener adanya "hidup akan terus berjalan meskipun tanpamu", jadi masih rela g ikut serta dalam kehidupan karena terlalu melebih-lebihkan kesdihanmu?? kalo sy sih g.

Hal yang paling jauh itu bernama "waktu yang berlalu"

ga terasa udah setahun yang lalu tulisan sebelum pos ini sy buat, sebenernya sih banyak yg mau ditulis tapi apa boleh buat, biar males gini sy tetap adalah seorang mahasiswa yang banyak kesibukan, ya termasuk sibuk ngatur waktu yg kalo dipikir-pikir emang selalu terbuang cuma-cuma gara bermalas-malasan, di bilang sibuk skripsi ya g juga, malah kalo di asumsikan dari hampir 6 bulan yang dilewati, paling-paling ngerjain skripsinya cuma 2 minggu maafkan aku ibu T.T . . kalo di pikir-pikir lagi sibuk jadi kadiv minat bakat, kayanya g karena kalo ada rapor merah di himpunan buat para kadiv pasti sy salah satu orang yg dapet itu maafkan aku tuan hafid T.T  .. 

yah itulah sy dengan segala kekurangan yg sy miliki, g terasa udah hampir 4 tahun saya menyandang gelar mahasiswa malas, melewati banyak cerita bersama keluarga putih biru (red : WRE09). tentu karena ini hidup pastinya cerita ini banyak rasanya, pahit, manis, kecut, asem bahkan hambar. ya bersama mereka sy melalui masa transisi dari remaja ke dewasa katanya .
kalo inget yg ini saya g henti-hentinya bersukur, bersukur bisa kuliah disini, bersukur bisa ketemu mereka, bersukur dan bersukur, bayangin aja dari sekian banyak orang-orang yang seumuran dengan sy, sy dipertemukan mereka, dan untuk pertemuan putih biru ini sy belum menemukan kata yg lebih tepat dari kata "jodoh".

oke ditahun pertama,
ditahun pertama ini masih ada ranger, bedenges ultramen dll, buat yg g masuk diantara 3 itu ya masuk di dll ya. lalu berkembang kelompok GAK,I (Gerakan Anti Kukuh, Indi) jelas aja orang2 yg GAK,I ini yang males, g mau nurut, semacam Maba yg bikin repot panitianya lah. 
ditahun pertama para ranger dengan segala foya-foyanya, bedenges yg sy g tau ngapain aja, para ultramen yg  asik sendiri dengan kehidupannya. 
di tahun pertama ada tugas besar MKBA, eka cabul masih gemuk, sy belum kenal poring, dan sy sadar adalah kesalahan bila membiarkan cinta membuat hubungan persahabatan menjadi renggang, dan sukurnya sy g membiarkannya.

Tahun kedua
ditahun kedua, tahun yang bisa dibilang spesial buat putih biru, awal persatuan ditengah2 banyak masalah, WRE games, kelas STM, dan "you know who" adalah judul yang ada di hot news pada waktu itu, tapi sadar g sadar masalah itu yg bikin kita bisa nyatu. ya sekali mohon maaf buat orang2 yg dirugikan pada waktu itu, maaf bgt deh :) 

Tahun ketiga
ditahun ketiga yang paling membekas adalah panitia probin dan water day, kita yg jalan di tengah-tengah orang yg memandang kita sebelah mata bisa ngebuktiin kalo kita bisa, dan saya yakin kita semua orang-orang super saat itu terutama buat bowo, ohan, Aan, Rahma, Abi, dan PJ-PJnya serta anggota dengan probinnya, dan badori, Rangga, Hafid, Tito, dan PJ-PJnya serta anggota dengan water day nya. ya kita memang super dengan segala kelemahan kita.

Tahun keempat
ditahun keempat intensitas pertemuan makin jarang, dan itu menyedihkan, 
ditahun keempat kita megang lembaga dengan segala tekanannya http://debuterbang-debuterbang.blogspot.com/2012/08/himpunan-mahasiswa-pengairan.html
ditahun keempat gangnam style sama harlem shake lagi booming bgt
ditahun keempat 3 orang temen kita dapet gelar ST
ditahun keempat kesuperan Mario, Arif A.K.A Suud A.K.A Arya wiguna, Ical, Fara, Feri serta seluruh panitinya dengan Studi Nasionalnya
ditahun keempat, sy merasa galau dengan skripsi sy yg tak cuma jalan ditempat
ditahun keempat, semoga persaudaraan kita tidak berakhir.

"dan semoga kita sadar, hari-hari yg kita lalui hanya akan menjadi kenangan tanpa dapat di ulang kembali"
"Proud to be Rongewusongo"